Page 445 - Demo
P. 445
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA422menempatkan kelompok tertentu dalam posisi yang kurang menguntungkan hanya karena status personal yang sah dan dilindungi (dalam hal ini, perkawinan).599Dari perspektif hak asasi manusia, situasi ini berseberangan dengan jaminan konstitusional dan standar internasional. Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa setiap orang berhak bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun dan berhak memperoleh perlindungan terhadap perlakuan diskriminatif itu. Pasal 28H ayat (4) menyatakan bahwa setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak dapat diambil alih secara sewenangwenang oleh siapa pun. Sementara, Pasal 28E ayat (1) dan Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menjamin hak untuk memilih tempat tinggal dan hak untuk hidup sejahtera, bertempat tinggal, dan memperoleh lingkungan hidup yang baik. Jika semua hak ini disatukan, mestinya negara berkewajiban memastikan bahwa setiap WNI%u2014terlepas dari siapa pasangannya%u2014dapat secara efektif menikmati hak milik atas tanah dan bangunan serta hak untuk menentukan di mana ia akan tinggal.600Instrumen internasional seperti Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) dalam Pasal 17 menyatakan bahwa setiap orang berhak memiliki harta, baik sendiri maupun bersama orang lain, dan tidak seorang pun boleh dirampas harta bendanya secara sewenang-wenang. Pasal 7 dan Pasal 8 DUHAM menegaskan kesetaraan di hadapan hukum dan hak atas upaya hukum yang efektif terhadap pelanggaran 599. Sandra Fredman, %u201cThe Reason Why: Unravelling Indirect Discrimination,%u201d Industrial Law Journal 45, no. 2 (July 2016): 231%u201343, https://doi.org/10.1093/indlaw/dww019.600. Atika Sandra Dewi dan Isdiana Syafitri, %u201cAnalisis Perkawinan Campuran dan Akibat Hukumnya,%u201d Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) 5, no. 1 (February 2022): 179%u201391, https://doi.org/10.33395/juripol.v5i1.11323.

