Page 455 - Demo
P. 455
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA432dapat diprediksi dari sistem yang legitimate, bukan diskriminasi yang dilarang.Pendapat YusrilPengalaman Yusril Ihza Mahendra saat membeli apartemen di Central Park pada dasarnya menjadi pintu masuk bagi seluruh bangunan argumentasi keahliannya di Mahkamah Konstitusi.615 Yusril memulai bukan dari teks konstitusi atau teori hukum tata negara, tetapi dari sesuatu yang sangat konkret yakni seorang warga negara yang telah membayar lunas apartemen miliaran rupiah, tetapi ditolak menandatangani akta jual beli hanya karena istrinya warga negara asing.616 Masalah itu, dalam kasus pribadi Yusril, selesai dengan cara yang relatif sederhana yakni istrinya kemudian menjadi Warga Negara Indonesia, dan pengembang hanya meminta bukti administrasi berupa surat dari Menteri Hukum dan HAM. Namun bagi Yusril, persoalan ini justru tidak pernah selesai di tingkat gagasan. Ia melihat bahwa jika seorang profesor hukum tata negara, mantan menteri, dan advokat senior saja bisa tersangkut di simpul diskriminatif seperti itu, dapat dibayangkan betapa rentannya warga negara biasa yang tidak memiliki akses, pengetahuan, dan posisi tawar yang sama.Karena itu, ketika Pemohon dalam Perkara Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 mendatanginya dan meminta kesediaannya menjadi ahli, Yusril tidak datang sekadar untuk mengulangi keluhan praktis tentang rumitnya 615. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015.616. ASH, %u201cKonsekuensi Kawin Campur Butuh Tafsir MK,%u201d Hukum Online, August 28, 2015, https://www.hukumonline.com/berita/a/konsekuensikawin-campur-butuh-tafsir-mk-lt55df5f8f7ff11/.Putusan Nomor 69/PUU-XIII/2015

