Page 512 - Demo
P. 512
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA489Mereka dilindungi oleh Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang menjamin hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum, serta Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apa pun.679 Dalam kerangka itulah, Yusril menilai, persoalan pajak golf bukan semata sengketa fiskal, melainkan sengketa konstitusional.Menurut Yusril, inti keluhan para Pemohon ialah perubahan cara negara memperlakukan mereka. Sebelum berlakunya Pasal 42 ayat (2) huruf g UU 28/2009, kedudukan mereka jelas: penyedia jasa sarana dan prasarana olahraga. Perlakuan pajak yang diterima relatif serupa dengan pelaku usaha yang menyediakan fasilitas olahraga lain%u2014lapangan tenis, renang, atau cabang-cabang olahraga serupa. Namun, setelah golf dimasukkan ke dalam kategori hiburan sebagai objek pajak hiburan, para Pemohon tiba-tiba dikonstruksi ulang oleh undang-undang sebagai penyedia jasa hiburan. Perubahan ini bukan kosmetik; konsekuensi yuridis dan ekonomisnya signifikan, karena tarif dan rezim pajak hiburan umumnya lebih tinggi daripada perlakuan pajak terhadap sarana olahraga.Di titik ini, Yusril menegaskan bahwa kerugian para Pemohon bukan hipotetis, melainkan faktual, spesifik, dan nyata.680 Faktual, karena secara hukum mereka sudah diklasifikasikan sebagai penyelenggara hiburan dan karenanya dipungut pajak hiburan oleh pemerintah daerah. Spesifik, karena perlakuan ini hanya dikenakan kepada penyedia fasilitas golf, sementara penyedia sarana 679. ASH, %u201cMenyamakan Golf dengan Hiburan Dinilai Salah Kaprah.%u201d680. Putusan Nomor 52/PUU-IX/2011.

